• Minggu, 29 Januari 2023

Gubernur Jambi Al Haris: Saksikan Program Bunga Khatulistiwa TVRI

- Jumat, 27 Mei 2022 | 18:33 WIB

Indonesiadaily.co.id- Menyadari memiliki kekayaan alam yang Bisa dijadika destinasi wisata yang diharapkan bisa mengundang wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Gubernur Jambi Al Haris datang langsung ke Studio TVRI Pusat Jakarta dalam rangka memperkenalkan budaya Jambi agar makin dikenal luas lewat program Bunga Khatulistiwa.

"Program Bunga Khatulistiwa sangat inspiratif dan mengedukasi masyarakat dan banyak penonton nya. Untuk itu kami memandang perlu memperkenalkan budaya Jambi lewat Bunga Khatulistiwa," ujar Al Haris kepada awak media di Auditorium TVRI Pusat Jakarta Jumat (27/5/2022).

Kenduri Swarnabhumi; Batanghari Dulu, Kini dan Nanti. Sebuah upaya menjemput kembali semangat budaya dan tradisi masyarakat Jambi, melalui even terintegrasi.

“Kalaulah boleh sayo berbagi Berbagi pantun adat nan lamo Kalolah boleh sayo menyapo kanti Sapo bepantun budayo lamo” “Adat dijunjung, budayo disanjung” Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang, serta diwariskan dari generasi ke generasi.

Budaya merupakan suatu pola hidup menyeluruh. Budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif.

Unsur-unsur sosial-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Sebagai sebuah cara hidup, maka budaya tersebut berisi nilai-nilai dan pandangan hidup dimana budaya itu berada.

Saat ini, pesatnya perkembangan zaman, perubahan yang terjadi di berbagai sektor kehidupan,serta kemajuan teknologi yang membuat dunia tanpa batas, berimbas pada budaya tradisi yang ada, Disadari atau tidak, secara perlahan dan pasti budaya tradisi tergerus, tertinggal bahkan nyaris hilang dari kehidupan.

Padahal sudah teruji bahwa tradisi memiliki nilai penting dalam melaksanakan pembangunan kebudayaan yang berkelanjutan. Salah satu jalan yang ditempuh dalam upaya menjemput kembali tradisi sebagai sebuah warisan masa lampau yang mengandung nilai-nilai, filosofi serta pandangan hidup masyarakat pendukung kebudayaan itu sendiri, adalah dengan melakukan berbagai upaya. Sesuai dengan amanat UUD 1945, dan amanat UU no 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebu c akudayaan, maka diperlukan usaha, pembinaan, pengembangan maupun pemanfaatan kebudayaan tersebut.

Selain tujuannya untuk kebudayaan itu sendiri maka tentunya bertujuan untuk masyarakat pendukung kebudayaan tersebut yang kesemuanya juga bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ketua DPW Partai Perindo Jambi Gelar Griya Imlek 2023

Senin, 23 Januari 2023 | 20:35 WIB

gunung kerinci retak

Senin, 26 Desember 2022 | 14:03 WIB

Lomba pacu perahu batanghari

Sabtu, 24 Desember 2022 | 01:58 WIB

Majang Puto Gelar Pameran Karya Fotografer Jambi

Kamis, 22 Desember 2022 | 23:56 WIB

Cabuli rekan kerja sendiri , ini alasan pelaku

Rabu, 21 Desember 2022 | 19:54 WIB
X