• Jumat, 9 Desember 2022

Haul Syekh Abdul Qadir al Jailani di Jambi

- Rabu, 23 November 2022 | 14:07 WIB
Haul Syekh Abdul Qadir al Jailani
Haul Syekh Abdul Qadir al Jailani

Dikutip dari laman wikipedia, artikel berjudul "Abdul Qadir al-Jailani", Abdul Qadir Jilani atau Abd al-Qadir al-Gilani ialah seorang ulama fiqih yang sangat dihormati oleh Sunni dan dianggap wali dalam dunia tarekat dan sufisme.

Abdul Qadir al Jailani bahkan dianggap wali dan diadakan penghormatan besar oleh kaum Muslim dari benua India. Pengikut terbesarnya di Pakistan dan India. Ia juga dikenal sebagai Ghaus-e-Azam. Dikenali sebagai seorang ulama Sunni bermadzhab Hambali, seorang orator ulung dan bergelar sayyid dan faqīh, dikenal luas sebagai pendiri dari Thoriqot Qadiriyyah.

Nama Abdul Qadir Jilani juga dilafalkan Abdul Qadir Gylani, Abdel kader, Abdul Qadir, Abdul Khadir - Jilani, Jeelani, Gailani, Gillani, Gilani, Al Gilani, Keilany, Abdel Qader Gilany. Nama Muhiyudin mengartikan beliau sebagai "pembangkit agama". Gilani (Arabic al-Jilani) menunjukkan kepada tempat kelahiran beliau yakni, Gilan.

Namun, Ghilan juga membawa ciri Baghdadi, yang menandakan tempat tinggal dan kematian beliau di Baghdad. Beliau juga dipanggil sebagai al-Hasani wa'l-Husayni, yang menandakan silsilah beliau baik dari Hasan ibn Ali maupun Husayn ibn Ali.

Ibnul Imad menyebutkan silsilah beliau dari garis ayah:

Rasulullah
Fatimah dan Ali
Hasan
Hasan
Abdullah as-Shaleh
Musa al-Jun
Abdullah ats-Tsani
Musa ats-Tsani
Dawud
Muhammad al-Akbar
Yahya az-Zahid
Abi Sholeh Musa Jankidausat
Abdul Qadir

Perjalanan Hidup Abdul Qadir al Jailani

Di usia 18 tahun, Abdul Qadir al Jailani meninggalkan Jilan menuju Baghdad sekira tahun 488 H/1095 M. Karena tidak diterima belajar di Madrasah Nizhamiyah Baghdad, yang waktu itu dipimpin Ahmad al Ghazali, yang menggantikan saudaranya Abu Hamid al Ghazali.

Di Baghdad, ia belajar kepada beberapa orang ulama seperti Ibnu Aqil, Abul Khatthat, Abul Husein al Farra' dan juga Abu Sa'ad al Muharrimiseim. Dia menimba ilmu pada ulama-ulama tersebut hingga mampu menguasai ilmu-ilmu ushul dan juga perbedaan-perbedaan pendapat para ulama.

Berkat kemampuan itu, Abu Sa'ad al Mukharrimi yang membangun sekolah kecil-kecilan di daerah Babul Azaj menyerahkan pengelolaan sekolah itu sepenuhnya kepada Syeikh Abdul Qadir al Jailani. Ia mengelola sekolah ini dengan sungguh-sungguh. Bermukim di sana sambil memberikan nasihat kepada orang-orang di sekitar sekolah tersebut.

Halaman:

Editor: Guntara Edo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banjir di Depan Mata, Proyek BWSS VI Tak Kunjung Tiba

Selasa, 29 November 2022 | 19:18 WIB

Haul Syekh Abdul Qadir al Jailani di Jambi

Rabu, 23 November 2022 | 14:07 WIB

Kejurprov Tenis Meja Jambi, Muaro Jambi Juara 2

Senin, 21 November 2022 | 08:34 WIB

Banyuwangi Terendam Banjir, 3 Sungai Meluap

Senin, 17 Oktober 2022 | 20:19 WIB
X