• Senin, 5 Desember 2022

Pergelaran Teater Tonggak 'Lesung Luci' Menjadi Penutup Temu Teater Jambi 2022

- Jumat, 25 November 2022 | 00:24 WIB

INDONESIADAILY - Lesung adalah alat tradisional dalam pengolahan padi atau gabah menjadi beras. Fungsi alat ini memisahkan kulit gabah dari beras secara mekanik. Lesung terbuat dari kayu berbentuk seperti perahu berukuran kecil. Lesung Luci pergelaran dari Teater Tonggak menjadi penutup rangkaian Temu Teater Jambi 2022 (Kamis, 24/11/2022) di gedung Teater Arena, Taman Budaya Jambi. Lesung Luci pergelaran dari Teater Tonggak menjadi penutup rangkaian Temu Teater Jambi 2022 (Kamis, 24/11/2022) di gedung Teater Arena, Taman Budaya Jambi.

Dulunya, alat tradisional ini digunakan untuk mengubah padi menjadi beras secara mekanik. Menggunakan tangan dan tenaga manusia. Alu atau Antan merupakan alat pendamping lesung atau lumpang dalam proses pemisahan sekam dari beras. Alu (antan) dan lesung merupakan dua alat yang tidak dapat dipisahkan dalam penggunaannya. Alu tidak bisa digunakan tanpa ada lesung, begitu sebaliknya.Alu atau Antan merupakan alat pendamping lesung atau lumpang dalam proses pemisahan sekam dari beras. Alu (antan) dan lesung merupakan dua alat yang tidak dapat dipisahkan dalam penggunaannya. Alu tidak bisa digunakan tanpa ada lesung, begitu sebaliknya.

Pekerjaannya sering disebut menumbuk padi, yaitu memisahkan kulit padi sehingga menjadi beras dengan menggunakan tangan manusia. Kulit padi yang dihasilkan disebut sekam. Padi yang akan ditumbuk harus dijemur sampai kering dengan cahaya matahari. Tujuannya agar kulit padi mudah dipisahkan dan beras yang dihasilkan tidak patah.

Dengan adanya kemajuan teknologi, menumbuk padi dengan cara tersebut tidak digunakan lagi. Sudah ada mesin untuk menjadikan padi menjadi beras. Alu dan lesung kini hanya tinggal kenangan. Kalau pun digunakan sekarang ini hanya untuk menumbuk daun pandan, atau menumbuk singkong rebus menjadi bentuk adonan kemudian diolah menjadi bahan kerupuk.

Luci sebagai alat atau tempat menaruh sesaji yang diadaptasi dari budaya masyarakat Kerinci. Luci merupakan wadah yang digunakan untuk meletakkan sesaji saat musim padi mulai berbunga. Luci digunakan dalam Prosesi upacara yang disebut tari Ngayun luci.

Tari ngayun luci dipersembahkan ke pada leluhur saat masyarakat menanam padi agar tidak dimakan burung saat musim padi mulai berbuah dan berharap mendapatkan hasil melimpah saat musim panen. Selain itu tari Ngayun luci juga bisa untuk penyembuhan penyakit pada zaman dahulu dengan mendatangkan roh-roh nenek moyang sebagai perantara penyembuhan dengan menggunakan sesajen.

“Kakitau didalam pergelaran ini tidak hanya menghadirkan gerak ataupun bentuk dari kakitau namun juga akan adanya dialog antar Kakitau yang bermimpi menjadi manusia. Dialog-dialog yang sampaikan para tokoh, bisa dicerna segala umur, bersifat edukasi dan pencerahan terkait budaya kekayaaan di provinsi Jambi khususnya Kerinci yaitu Ngayun Luci,” Jelas Didin Siroz selaku pemilik karya dan sutradara.

Editor: Wiliatno

Terkini

Banjir di Depan Mata, Proyek BWSS VI Tak Kunjung Tiba

Selasa, 29 November 2022 | 19:18 WIB

Haul Syekh Abdul Qadir al Jailani di Jambi

Rabu, 23 November 2022 | 14:07 WIB

Kejurprov Tenis Meja Jambi, Muaro Jambi Juara 2

Senin, 21 November 2022 | 08:34 WIB

Banyuwangi Terendam Banjir, 3 Sungai Meluap

Senin, 17 Oktober 2022 | 20:19 WIB
X