Pembangunan Digital: Lembaga Desa Digital Gelar Musyawarah Nasional II di Cigondewah

- Senin, 23 Januari 2023 | 08:24 WIB
Munas II Lembaga Desa Digital  (smsi/indonesiadaily.co.id)
Munas II Lembaga Desa Digital (smsi/indonesiadaily.co.id)

Indonesiadaily.co.id-Lembaga Desa Digital Terbuka (OpenDesa) menggelar Musyawarah Nasional II OpenDesa di Balai Pertemuan Desa Cigondewah Hilir Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu 22 Januari 2023.

Keterangan pers OpenDesa yang diterima indonesiadaily.co.id melalui kantor pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Minggu malam (22/1/2023) menyebutkan, OpenDesa yang didirikan untuk mendukung keberlanjutan pengembangan Sistem Informasi Desa Terbuka (OpenSID) sekarang telah dipasang oleh lebih dari 17.500 desa dengan pengguna terbesar di Indonesia.

Hadir dalam kesempatan ini, Bupati kabupaten Bandung Dadang Supriyatna, Anggota DPR RI Budiman Sudjatmiko serta sejumlah panelis lainnya.

Ketua umum OpenDesa terpilih, Lusianto menjelaskan, Perkumpulan Desa Digital Terbuka dibentuk pada tanggal 7 bulan Desember tahun 2018 di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, sebagai wadah untuk mengembangkan, menyebarkan dan membantu desa memanfaatkan teknologi informasi terbuka, seperti OpenSID, semata-mata untuk memajukan desa.

Baca Juga: Libur Imlek 2023, Jalur Puncak Bogor Padat Merayap, Polisi Berlakukan Ganjil Genap dan One Way

“Layanan yang ditawarkan OpenDesa dan program kerja OpenDesa dimaksudkan untuk mendukung tujuan itu,” kata dia.

Ia menambahkan, OpenDesa siap berkolaborasi dan bekerjasama dengan semua instansi, lembaga dan kelompok terkait, supaya cita-cita kita bersama untuk terciptanya sebanyak mungkin Desa Cerdas secepat mungkin dapat tercapai.

Ada dua produk yang tengah dikembangkan yakni, OpenSID dan OpenDK.

OpenSID adalah Sistem Informasi Desa (SID) yang sengaja dibuat supaya terbuka dan dapat dikembangkan bersama-sama oleh komunitas peduli SID.

Baca Juga: Gerindra Salurkan 15 Paket Sembako untuk Korban Banjir di Jawa Tengah

SID diharapkan dapat membantu desa dalam beberapa hal, yakni kantor desa lebih efisien dan efektif, pemerintah desa lebih transparan dan akuntabel, layanan publik lebih baik dan warga mendapat akses lebih baik pada informasi desa.

“Kami dari opendesa menyediakan Paket Layanan Mengonlinekan OpenSID untuk mempermudah desa yang ingin menggunakan OpenSID secara online. Layanan ini juga untuk membantu desa yang ingin fokus pada pemanfaatan SID,” jelasnya.

Sedangkan Aplikasi Dashboard Kecamatan (OpenDK) merupakan aplikasi open source dan bebas digunakan oleh semua kecamatan dan kabupaten di seluruh indonesia.

OpenDK berfungsi untuk mengumpulkan data dari beberapa desa dari suatu kecamatan/kabupaten dan menampilkan data dari aplikasi OpenSID yang dikelola oleh desa di wilayah kecamatan atau kabupaten bersangkutan.

Halaman:

Editor: Hery FR

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wabup Tanjabbar Hairan Hadiri Dies Natalis HMI Ke-76

Selasa, 7 Februari 2023 | 06:03 WIB

Pelayanan Bank BRI Sungai Bengkal Dikeluhkan

Jumat, 3 Februari 2023 | 13:31 WIB

Ketua DPW Partai Perindo Jambi Gelar Griya Imlek 2023

Senin, 23 Januari 2023 | 20:35 WIB
X