Dinas PUPR Kerinci dan Provinsi Jambi Akan Bangun Kanal Antisipasi Abu Vulkanik

- Senin, 23 Januari 2023 | 19:59 WIB
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci usai Meninjau Pengerukan Abu Vulkanik di Lahan Pertanian Warga (Adi Praja/Indonesiadaily.co.id)
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci usai Meninjau Pengerukan Abu Vulkanik di Lahan Pertanian Warga (Adi Praja/Indonesiadaily.co.id)

Indonesiadaily.co.id- Pasca tertimbunnya lahan pertanian oleh abu vulkanik Gunung Api Kerinci, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih melaksanakan normalisasi menggunakan alat berat.

“Hingga saat ini alat berat kita masih melakukan pembersihan lahan pertanian warga dengan menggunakan alat berat,”papar Kadis PUPR Kerinci, Maya Noferi, Senin 23 Januari 2023.

Dijelaskannya, upaya ini telah dilakukan PUPR Kerinci dan PUPR Provinsi Jambi sejak Kamis sore (19/1/2023).

Setelah melakukan survey ke lokasi kita turunkan alat berat untuk membantu warga desa Sungai Rumpun.

Sebelumnya, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Provinsi Jambi, Yazzer Arafat, sudah turun ke Desa Sungai Rumpun, melihat kondisi timbunan abu vulkanik yang sudah mulai mengeras.

Yazzer menegaskan, untuk kedepannya banjir abu vulkanik yang dibawa arus sungai dari puncak gunung harus diantisipasi dengan baik.

"Kami merencanakan pembangunan kanal-kanal dan turab, agar alur abu vulkanik saat turun terbawa air tidak meluap ke lahan pertanian, perkebunan, dan pemukiman warga," ungkap Yazzer.

Rencana pembangunan itu bisa berjalan jika semua pihak bersinergi.

"Kami berharap pihak kabupaten melaksanakannya dulu. Nanti akan direkomendasikan oleh pihak balai. Dari hasil itu kita akan berbagi, kabupaten menangani apa, provinsi menangani apa," jelas Yazzer.

Menurut pria kelahiran Kerinci ini, tahap awal antisipasi abu vulkanik sudah dilakukan upaya oleh Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, berupa normalisasi aliran sungai, dengan mengeruk Sungai Rumpun menggunakan alat berat.

Pengerukan dilakukan untuk mengantisipasi aliran abu vulkanik yang dibawa arus sungai masuk ke lahan pertanian dan pemukiman warga.

Pengerukan dimulai dari bagian bawah, sehingga abu vulkanik yang muncul tidak meningkat ke atas. Jika itu terjadi bisa lebih membahayakan kawasan pertanian, perkebunan, bahkan pemukiman masyarakat.

"Kami rasa satu alat yang diturunkan Pemerintah Kabupaten Kerinci sudah cukup. Hasil ini nanti akan saya sampaikan kepada pimpinan dan berkoordinasi dengan BWSS VI, sehingga akan ada program yang dilakukan khusus di daerah ini," ungkap Yazzer. (*)

 

Halaman:

Editor: Hery FR

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wabup Tanjabbar Hairan Hadiri Dies Natalis HMI Ke-76

Selasa, 7 Februari 2023 | 06:03 WIB

Pelayanan Bank BRI Sungai Bengkal Dikeluhkan

Jumat, 3 Februari 2023 | 13:31 WIB

Ketua DPW Partai Perindo Jambi Gelar Griya Imlek 2023

Senin, 23 Januari 2023 | 20:35 WIB
X