• Minggu, 29 Januari 2023

Situ Bagendit, Riwayatmu Kini

- Kamis, 2 Juni 2022 | 21:56 WIB

Indonesiadaily.co.id - Selain terkenal dengan sebutan Kota Intan, Garut juga dikenal sebagai Swiss van Java, Garut Mooi (Garut yang indah), Kota Dodol, Garut Pangirutan, dan lain-lain. Daerah tujuan penting#wisata di Jawa Barat itu juga punya kawasan#wisata air yang disebut Situ Bagendit.

Julukan Kota Intan sendiri disematkan oleh Presiden Soekarno (yang akrab dipanggil Bung Karno) yang berkunjung ke Garut pada 1960-an. Intan merupakan kepanjangan dari indah, tertib, aman, dan nyaman.

Dapat juga diartikan bahwa Garut pada waktu itu bagaikan intan yang memancarkan cahaya gemerlapan. Julukan tersebut sampai saat ini masih terkenal ke mana-mana. Sebagai salah satu tujuan#wisata di Jawa Barat, Garut sangat dikenal. Di masa kini, Garut juga punya satu lagi andalan, bahkan bisa dibilang ikon#wisata Garut, yakni Situ Bagendit. Itulah situ yang telah selesai ditata ulang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Barat Direktorat Jenderal Cipta Karya. Revitalisasi Situ Bagendit itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Garut pada 26 april 2019 silam.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2022) menjelaskan ketersediaan infrastruktur yang memadai akan mempercepat pengembangan destinasi#wisata.

"Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan event baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul,” kata Menteri Basuki. Penataan Situ Bagendit dimulai pada November 2020 dan selesai pada 2022. Anggaran penataan kawasan bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp87,73 miliar yang dilaksanakan secara Multi Years Contract (MYC) 2020-2021 dengan Kontraktor Pelaksana PT Adhi Karya.

Penataan Situ Bagendit dilakukan di atas lahan seluas 2,8 hektare yang terbagi dalam enam zona. Zona 1 untuk#wisata publik, Zona 2 area kuliner, Zona 3 area green school, Zona 4 area komersil, Zona 5 area water sport dan Zona 6 area masjid serta konservasi. Ruang lingkup pekerjaan di antaranya meliputi pembangunan jogging track sepanjang 6 km, taman teratai, taman bermain, pusat kuliner, restoran, masjid terapung, dan jembatan swafoto.

Kepala BPPW Jawa Barat Oscar Siagian mengatakan revitalisasi Situ Bagendit merupakan kolaborasi antara Kementerian PUPR, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Garut.

“Dalam penataan kawasan itu, Kementerian PUPR juga melibatkan Ditjen Sumber Daya Air melalui Balai Besar WIlayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung,” ucap Oscar.

Oscar menambahkan BPPW Jawa Barat melakukan pembangunan di atas permukaan, yaitu penataan kawasan. Sedangkan, BBWS Cimanuk Cisanggarung melaksanakan pembangunan di badan air dan di batas sempadan guna menjaga keberlanjutan fungsi situ terhadap pelayanan SDA. Sementara Pemkab Garut sendiri berperan dalam menertibkan keramba apung yang menjamur di Situ Bagendit.

Halaman:

Editor: Jhon Bernard

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Beasiswa LPDP 2023 Telah Dibuka, Ini Syarat Daftarnya

Jumat, 27 Januari 2023 | 08:00 WIB

OJK Berkomitmen Menegakkan Integritas Lembaga

Selasa, 10 Januari 2023 | 20:57 WIB
X