Hutan Raja Inggris di Jambi Konflik Lagi, Rumah Singgah Dibakar

- Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:40 WIB
Polisi jelaskan terkait konflik lahan di hutan Raja Inggris di Jambi.
Polisi jelaskan terkait konflik lahan di hutan Raja Inggris di Jambi.

Indonesiadaily.co.id - hutan Raja Inggris Charles di Jambi, yang dikelola PT Restorasi Ekosistem Konservasi Indonesia (REKI), terjadi konflik lagi. Kali ini rumah singgah di kawasan itu dibakar massa.

Informasi didapat, 14 unit rumah singgah di areal konsesi PT REKI, dibakar massa tak dikenal. Itu dampak konflik perebutan lahan antara 2 kelompok yang terjadi.

Karena pembakaran lahan tersebut, akhirnya polisi turun tangan. Rapat dilaksanakan di Polres Batanghari Selasa 11 Oktober 2022 lalu, dihadiri Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa serta Stakholder terkait.

Dilansir laman Jambiseru.com (partner Indonesiadaily.co.id), dari artikel awal berjudul "Pembakaran Rumah di Kawasan Hutan PT REKI Diselidiki", rapat tersebut membahas terkait penanganan konflik perebutan lahan antara dua kelompok yang terjadi di areal konsesi PT. REKI yang menyebabkan 14 rumah singgah dibakar oleh orang tidak kenal.

Kasat Intel Polres Batanghari AKP Edi Bernawan mengatakan, penanganan saat ini sudah dilakukan oleh Polres Batanghari, sepeti menjemput para korban di bahar selatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Bajubang.

"Kelompok yang terlibat dalam permasalahan perebutan lahan tersebut adalah kelompok LS dan R. Memang ini jadi pemicu yang paling keras di wilayah itu," kata Kasat Intel AKP Edi Bernawan saat rapat Timdu di Polres Batanghari.

Disebutkan Edi, sebelum terjadi pembakaran rumah singgah tersebut, beberapa waktu lalu di sana sempat terjadi ketegangan. Tepatnya di pondok LS bahkan hampir terjadi kontak fisik.

"Hingga akhirnya kemarin pada Minggu, menurut informasi, kelompok itu mendatangi rumah atau pondok milik LS. Melihat yang datang ini ramai, lantas kelompok LS ini lari meninggalkan rumahnya dan masa tidak terkendali lalu dilakukan pembakaran," ujarnya.

Dijelaskan Edi, peristiwa ini terjadi di wilayah konsesi PT REKI. Dan PT REKI ini masuk dalam wilayah Kabupaten Batanghari, Sarolangun dan Provinsi Sumsel.

"Tidak masuk dalam wialayah Muaro Jambi. Jadi, laporannya ada di Polres Batanghari. Permasalahan ini tentu harus diselesaikan jangan sampai tidak terselesaikan, karena jauh dari akses," tuturnya

Diharapkan Edi, Pemerintah Daerah dan semua stekholder harus melaksananakan penyelesian secara menyeluruh dan komprehensif sehingga peristiwa ini tidak mengulang apa lagi sampai bentrok fisik.

"Secara kemanusiaan, tentu kita menganggap korban ini harus dilindungi tapi secara penyelesaian tentu harus kita selesaikan bersama-sama," sebutnya.(JS/nas)

Editor: Alpadli Monas

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ATG Wahyu Kenzo Beda dengan Pansaka

Kamis, 9 Maret 2023 | 16:23 WIB
X