• Minggu, 29 Januari 2023

KKP Sita 4,7 Ton Ikan dari Tiongkok Dan Malaysia

- Senin, 6 Juni 2022 | 18:47 WIB

Indonesiadaily.co.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyegel 4,748 ton ikan impor ilegal asal Tiongkok dan Malaysia yang tidak dilengkapi dengan persyaratan impor sesuai ketentuan di Batam-Kepulauan Riau.

Hal itu, menegaskan upaya#KKP dalam memastikan kegiatan impor produk perikanan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga tidak merugikan nelayan dan industri perikanan dalam negeri.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin, yang memimpin langsung operasi pengawasan importasi ikan di Batam, menjelaskan bahwa ditemukan sebanyak 4,25 ton ikan makerel asal Tiongkok di Cold Storage PT SLA dan 498 kg ikan bawal emas asal Malaysia di PT ATN.

Adin menyebutkan, bahwa kedua komoditas perikanan tersebut masuk ke Indonesia tanpa dilengkapi Persetujuan Impor (PI) dan Sertifikat Kesehatan Ikan (Health Certificate).

“Indikasinya produk itu masuk secara ilegal, dan sudah ada yang beredar di masyarakat,” ungkap Adin dalam keterangan resmi#KKP, Senin (6/6/2022).

Adin juga memastikan, bahwa 4,748 ton ikan impor ilegal tersebut saat ini dalam pengawasan jajaran Pangkalan PSDKP Batam, bahkan telah dilakukan penyegelan.

Hal tersebut merupakan upaya menghentikan dan mencegah agar ikan ilegal tersebut tidak beredar di masyarakat.

“Sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang kepada kami, seluruhnya sudah kami segel sebagai upaya melindungi masyarakat dari komoditas perikanan yang masuk tidak sesuai ketentuan,” ujar Adin.

Terkait temuan tersebut, Adin menegaskan bahwa kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono, di bidang importasi komoditas perikanan mengedepankan perlindungan industri perikanan dalam negeri dan menjaga stabilitas harga ikan untuk nelayan. Oleh sebab itu, praktik impor komoditas perikanan ilegal ini akan diusut sampai ke akar-akarnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Naafi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

80 Persen Populasi China Terinfeksi Covid-19

Senin, 23 Januari 2023 | 09:53 WIB

Google hadapi gugatan privasi anak di AS

Kamis, 29 Desember 2022 | 17:21 WIB

Elon Musk Mundur Dari Twitter

Selasa, 20 Desember 2022 | 20:20 WIB

Elon musk cari sumber dana baru untuk twitter

Selasa, 20 Desember 2022 | 19:10 WIB

Alasan AS larang tiktok di ponsel dinas

Rabu, 14 Desember 2022 | 20:48 WIB

Tanggal 13 Oktober, Peringatan Hari Tanpa Bra Sedunia

Kamis, 13 Oktober 2022 | 18:35 WIB

Raja Inggris Charles Dinobatkan Mei 2023

Rabu, 12 Oktober 2022 | 20:42 WIB

Ini Hasil KTT Khusus ASEAN-AS

Senin, 16 Mei 2022 | 13:12 WIB
X