Maaf, dan Dorongan Mudik Lebaran

- Sabtu, 15 April 2023 | 18:58 WIB
Hendro Basuki (Doc Pribadi/Indonesiadaily.co.id)
Hendro Basuki (Doc Pribadi/Indonesiadaily.co.id)

DIMULAI sekitar 200.000 tahun yang lalu, manusia modern secara anatomis terbentuk. Ini mendorong mereka untuk berpindah dari hutan ke padang-padang savana.

Kemudian ke padang rumput. Berjalan tegak dan bermigrasi semakin menjauh. Berbahasa, juga beradaptasi dengan iklim yang ganas dan beragam.

Para ahli DNA memperkirakan, semua manusia pada awalnya dari Afrika, lalu menyeberang ke seluruh penjuru dunia.

Berangsur, mereka beradaptasi dengan lingkungan. Dan, dari pengalaman, mereka membutuhkan perkakas untuk bertahan dan berkembang.

Para sejarawan memperkirakan, big bang kebudayaan terbesar terjadi pada sekitar 30.000 tahun yang lalu.

Pada saat itu, manusia mulai belajar berkomunikasi horisontal dan vertikal.

Mereka membentuk masyarakat, memiliki dewan sosial, menyepakati tata cara, tetapi juga mengenal ibadah, mengalami perpisahan, ada hidup, dan ada mati, lalu mereka bertanya, mengapa? Ketika ada guntur, matahari, rembulan mereka bertanya, mengapa?

Dalam masa 30.000 tahun terakhir ini, manusia beradaptasi dan berakselerasi dengan bumi. Terus tumbuh sampai 8 miliar sekarang ini. Dan, akan terus tumbuh.

Kecuali jika resesi seks seperti terjadi di China dan Jepang menjadi rezim baru dalam kehidupan manusia modern.

Dalam masa itu, mereka bukan hanya melanglang dari Afrika ke Amerika. Tetapi juga ke kawasan Asia Tenggara. Nusantara.

Meski, kita tak mempunyai catatan dan bukti sejarah kehidupan Sebelum Masehi, tetapi kita yakini ada.

Ketika Mesir gegap gempita Firaun, pada masa Nabi Musa lahir 1571 SM, kehidupan di Nusantara belum ada catatan sejarahnya.

Dalam masa ribuan tahun itulah terbentuk gen-gen seperti innovasi, kreativitas, tetapi juga kepedulian.

Karena gen seperti inilah yang membuat manusia menjadi makhluk modern.

Halaman:

Editor: Hery FR

Artikel Terkait

Terkini

METAFORA BUNGA MENJELANG PEMILU

Minggu, 24 September 2023 | 07:07 WIB

Konsistensi dalam Branding Politik

Kamis, 14 September 2023 | 08:23 WIB

DTKS yang Responsif

Senin, 11 September 2023 | 08:59 WIB

PARPOL DAN PENDIDIKAN POLITIK

Minggu, 10 September 2023 | 13:13 WIB

PEMILU 2024: Menjaring Caleg Berkualitas

Jumat, 8 September 2023 | 07:52 WIB

MONEY POLITIC: Ancaman Pemilu 2024

Kamis, 7 September 2023 | 07:53 WIB

POLITIK IDENTITAS: Kekuatan atau Kelemahan?

Rabu, 6 September 2023 | 11:46 WIB

PEMILIH CERDAS, PEMIMPIN BERKUALITAS

Selasa, 5 September 2023 | 20:03 WIB

PERAN MEDSOS PADA PEMILU 2024: Merekat atau Memecah?

Minggu, 3 September 2023 | 16:22 WIB

KULIAH ATAU KERJA?

Jumat, 1 September 2023 | 09:18 WIB

Membuka Pintu Digital Melalui Internet Pedesaan

Jumat, 1 September 2023 | 09:12 WIB

REFORMASI SKRIPSI

Kamis, 31 Agustus 2023 | 09:28 WIB

Kekuatan Data: Dukcapil dan Kualitas Data Pemilih

Kamis, 24 Agustus 2023 | 08:17 WIB
X