Jelajah Lalu-Lintas Sydney Ausralia; Patuh dan Bijaklah

- Rabu, 15 Juni 2022 | 14:06 WIB

Oleh: Bahren Nurdin (Tinggal di#Sydney, Australia)

SAYA belum lama tinggal di#Sydney, Australia. Salah satu hal yang menarik perhatian saya adalah cara berlalu lintas di sini. Paling tidak, saya butuh waktu selama dua bulan untuk mempelajari dan memahami cara berlalu-lintas.

Saya pelajari dengan cara jalan kaki hingga berkendaraan. Saya pernah berjalan kaki berkilo-kilo untuk belajar jadi pedesterian dan bagaimana menyebrang jalan, dari persimpangan yang sepi hingga ramai. Dari simpang empat hingga simpang banyak.

Saya pernah berdiri berjam-jam di pinggir jalan hanya ingin melihat bagaimana perilaku pengendara di lampu merah. Saya bersepeda (listrik) dari satu tempat ke tempat lain.

Setelah cukup ilmu dan nyali, barulah berani berkendaraan bermesin. Terus dan terus belajar. Untuk pemahaman awal, paling tidak harus mengetahui kelas atau jenis jalan.

Seperti halnya di negara-negara lain, di sini terdapat beberapa kelas jalan diantaranya toll, highway, freeway, road, street, avenue, lane, dan sampai gang buntu (no through road).

Masing-masing jenis jalan ini memiliki aturan mainnya sendiri. Maka ikutilah! Patuhi marka jalan. Marka jalan terdapat di atas, di kiri dan kanan juga di bawah (di atas aspal).

Di atas, ada lampu lalu lintas (traffic light) dan penunjuk arah jalan. Jika berada di persimpangan empat, mungkin tidak begitu sulit karena kendaraan hanya datang dari tiga sisi (depan, kiri dan kanan). Tapi akan membutuhkan konsentrasi penuh jika berada di persimpangan banyak dengan aturan khusus.

Contoh, ada di beberapa tempat yang lampu hijaunya hidup bersamaan antara utara dan selatan (berlawanan arah). Bagaimana mau belok kanan sementara ada kenderaan dari arah berlawanan padahal sama-sama lampu hijau. Ternyata, walaupun lampu sudah hijau, jangan bergerak (ke kanan) terlebih dahulu sebelum kendaraan yang berada dari arah lawan habis. Jangan coba-coba menerobos, berbahaya.

Halaman:

Editor: Red- Indonesiadaily

Tags

Terkini

Setelah Kompeten, Apa? , Catatan Hendry Ch Bangun

Senin, 23 Januari 2023 | 09:27 WIB

Jokowi, Hariman dan Malari

Senin, 16 Januari 2023 | 09:38 WIB

Harian Waspada Itu Heritage Bagi Indonesia

Kamis, 12 Januari 2023 | 10:45 WIB

Wartawan Bergelar Doktor, Catatan Hendry CH Bangun

Minggu, 8 Januari 2023 | 08:10 WIB

Dibuang di UU Pers, Dipunggut  ke dalam KUHP

Sabtu, 31 Desember 2022 | 07:51 WIB

"Reformasi Sistem Pengelolaan Sampah Kota Sungai Penuh"

Selasa, 13 September 2022 | 22:26 WIB

Tamatan Luar Negeri Lebih Hebat?

Jumat, 29 April 2022 | 18:58 WIB

Mahligai 9 dan Kepemimpinan Progresif El Halcon

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:58 WIB
X