Ruang Publik di Kota Jambi ‘Melupakan’ [atau] Bahasa Indonesia Tidak Indah Untuk Diucapkan?

- Kamis, 5 Januari 2023 | 08:13 WIB
Hendry Nursal/ft:ist
Hendry Nursal/ft:ist

Oleh: Hendry Nursal (*)

MALAM telah menyelimuti, saya menuju pulang ke rumah yang berjarak sekira 15 menit mengendarai kendaraan bermotor roda dua menempuh perjalanan dengan kecepatan normal dan jalanan lancar tanpa kemacetan.

Entah mengapa walaupun sangat sering melewati jalan biasa yang saya lalui, namun malam itu saya menoleh dan terlihat sebuah tulisan berdiri di area yang sedang dalam pembangunan. Tulisan itu membuat saya terus berpikir hingga sampai ke rumah, hingga menjelang tidur bahkan saat kembali terbangun di pagi hari.

Area tersebut adalah tanah milik provinsi Jambi, HPL: No.10 Tahun 2007 dengan luas 51.163 Meter persegi (5,3 hektare), bekas lahan pasar Angso Duo. Pasar Angso Duo telah menjelma menjadi pasar tradisional berkonsep moderen berdiri kokoh tepat disebelahnya dikelola oleh PT Eraguna Bumi Nusa (EBN).

Lahan bekas pasar Angso Duo lantas digagas untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) oleh pemerintah Provinsi Jambi, tentunya itu ide brilian, ide kreatif dengan tujuan mempercantik, menjadikan kota Jambi sebagai Ibu Kota provinsi Jambi semakin elok serta pada akhirnya kebanggaan bagi penghuninya.

Baca Juga: Catatan Akhir Tahun 2022 : Sekjen SMSI Pusat Soroti Tanggung Jawab SMSI dan Bisnis Media di Tahun Politik

Sempat lama terabaikan, di bulan Juni 2022 mulailah pengerjaan untuk meratakan tanah, mempersihkan sisa bangunan, sampah dan sebagainya. Konon, pemerintah provinsi Jambi menggelontorkan 35 Miliar Rupiah untuk membangun RTH.

Menarik dan semakin tidak sabar saya khususnya menantikan kehadiran RTH yang dibangun dengan desain menggambarkan sejarah Jambi: Ada bangunan yang gambarkan sejarah awal angso duo menemukan Kota Jambi; ada gambar angso duo dan sejarahnya; ada taman bermain; ada resort dan restoran kelas nasional; lalu selain menjadi pilihan bersantai bagi masyarakat; bisa pula menjadi lokasi penyelenggaraan festival/event, begitu kata Gubernur Jambi, Al Haris pada Mei 2022 sebagaimana disiarkan berbagai media.

Saya semakin penasaran, sungguh tidak sabar menanti agar dapat menikmatinya bersama keluarga kecil saya kesana. Menikmati berbagai fasilitas, berbagai kuliner sembari menyaksikan sungai Batanghari di kala senja menjelang, sembari melihat kokohnya Menara Gentala Arasy yang terkoneksi dengan terbentangnya Jembatan Pedestrian sepanjang 503 meter diatas sungai Batanghari.

Halaman:

Editor: Hery FR

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Setelah Kompeten, Apa? , Catatan Hendry Ch Bangun

Senin, 23 Januari 2023 | 09:27 WIB

Jokowi, Hariman dan Malari

Senin, 16 Januari 2023 | 09:38 WIB

Harian Waspada Itu Heritage Bagi Indonesia

Kamis, 12 Januari 2023 | 10:45 WIB

Wartawan Bergelar Doktor, Catatan Hendry CH Bangun

Minggu, 8 Januari 2023 | 08:10 WIB

Dibuang di UU Pers, Dipunggut  ke dalam KUHP

Sabtu, 31 Desember 2022 | 07:51 WIB

"Reformasi Sistem Pengelolaan Sampah Kota Sungai Penuh"

Selasa, 13 September 2022 | 22:26 WIB

Tamatan Luar Negeri Lebih Hebat?

Jumat, 29 April 2022 | 18:58 WIB

Mahligai 9 dan Kepemimpinan Progresif El Halcon

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:58 WIB
X