• Jumat, 9 Desember 2022

Revitalisasi Kelar, Pasar Legi Solo Diresmikan Ketua DPR RI Puan Maharani

- Jumat, 21 Januari 2022 | 10:53 WIB

Solo - Indonesiadaily Pasar Legi sebagai Pasar Induk Bahan Kebutuhan Pokok di Kota Surakarta dan daerah sekitarnya pernah terbakar pada 29 Oktober 2018 silam. Sebelumnya pasar yang cukup kumuh tersebut memaksa 3239 pedagang harus pindah ke pasar darurat di Kawasan Monumen Banjarsari Surakarta. Lebih dari tiga tahun kemudian, Kamis (20/1/2022) akhirnya Ketua DPR RI Puan Maharani meresmikan pasar induk bahan kebutuhan pokok terlengkap dan terbesar di Kota Surakarta bahkan di wilayah Solo Raya. Puan dalam sambutannya mengatakan, keberadaan pasar tradisional merupakan denyut nadi kehidupan ekonomi Kota Solo. Pasar tradisional sebagai tempat berinteraksi antara penjual dan pembeli dan akhirnya terjadi jual beli menjadi sumber mendapatkan bahan kebutuhan pokok bagi warga Kota Surakarta. “Dengan harga yang relatif lebih murah dari toko atau supermarket, barang – barang hasil bumi hasil dari kebun maupun tanah pertaniannya, pasar tradisional sekarang harus lebih berbenah dengan kondisi bangunan yang baru, bersih, nyaman dan terutama tidak kumuh. Saya harapkan setelah diresmikan, pedagang dan pengunjung mampu merawat dan menjaga kebersihan pasar dan tidak lupa terus menerapkan protokol kesehatan karena pandemi belumlah usai,” terang Puan. Puan meminta Pasar Legi usai revitalisasi menjadi simbol kebangkitan ekonomi Kota Surakarta pasca pandemi, peningkatan ekonomi lokal yang menjadi kebanggan warga Kota Surakarta. Dikatakan juga, usai hujan deras disertai angin  yang mengakibatkan tampias ( air masuk ke dalam bangunan), Puan meminta Pemerintah Kota Solo untuk memperbaiki atau memberikan tambahan pelindung agar air hujan tidak bisa masuk ke dalam bangunan pasar, sehingga para penjual dan pembeli tidak terganggu sehingga aktivitas jual beli berjalan lancar. Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dalam sambutan selamat datangnya mengungkapkan, Pasar Legi sebagai pasar induk terbesar di Kota Solo dan yang menjadi kebanggaan warga Solo Raya yang telah selesai dibangun setelah sempat terbakar 3 tahun yang lalu merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Surakarta dan dukungan khususnya Kementerian PUPR dalam revitalisasi Pasar legi yang menghabiskan anggaran Rp. 114, 72 ,miliar. “Kami berterima kasih atas dukungan berbagai pihak dan selesainya Revitalisasi Pasar Legi telah mengalami beberapa kali pembangunan dan renovasi sejak pertama kali didirikan pada masa pemerintahan Mangkunegoro I. Pasar Legi yang sekarang berdiri dengan 3 lantai dengan daya tampung 321 pedagang kios, 2218 pedagang los, 700 pedagang pelataran” katanya. Pemerintah Kota Solo, lanjut Gibran, berkomitmen untuk merawat dan mengelola Pasar Legi agar menjadi pasar induk yang tidak hanya sebagai sarana perdagangan rakyat yang aman, nyaman, bersih tertata dan tidak kumuh namun juga menjadi pendorong percepatan pemulihan ekonomi dampak Pandemi Covid 19. Diharapkan, Pasar Legi bukan hanya sebagai pusat pemulihan ekonomi belaka di Kota Solo tetapi juga turut menggerakkan perekonomian Solo Raya. Apalagi juga diterapkan teknologi pembayaran non tunai pada transaksi jual beli maupun pembayaran retribusi sehingga transaksi lebih efisien. Pemerintah Kota Surakarta akan lebih berkomitmen mempertahankan eksistensi pasar – pasar tradisional di Kota Solo. Revitalisasi dan pembangunan sebuah pasar tradisional di Kota Bengawan terus dilakukan dan mendapat dukungan mengembalikan daya tarik pasar – pasar tradisional. “Peresmian Pasar Legi bisa menjadi pemicu kebangkitan ekonomi di wilayah Solo Raya. Sehingga Pasar Legi dengan wajah baru dapat menjadi kebanggaan kita bersama,” tutup Gibran. Usai meresmikan Pasar Legi, Ketua DPR RI, Walikota, Menteri PUPR beserta rombongan melanjutkan pengecekan di beberapa kios dan berdialog dengan para pedagang serta bertransaksi di beberapa kios dan los. Antusiasme para pedagang terlihat dengan kegiatan jual beli yang mulai kembali ramai. Dan diharapkan lebih tambah ramai. Situasi di dalam pasar menurut Puan Maharani masih banyak yang kurang namun hal tersebut dinilai wajar karena bangunan Pasar Legi  hasil revitalisasi baru dibuka. Pemerintah Kota Solo bersama dengan KemenPUPR berkomitmen ke depan akan diperbaiki dan hal – hal yang masih kurang akan dilengkapi. Dan hasil dialog dengan para pedagang, harapannya Pasar Legi yang baru menjadi semakin ramai walaupun masih dalam kondisi masa pandemi Covid 19. Semua pedagang sudah divaksin sampai vaksin ketiga dan menunggu vaksin ketiga. Dan hal tersebut penting karena pandemi masih belum berakhir dengan bertambahnya varian baru Covid 19. Pasar Legi sudah memulai pembayaran non tunai dengan ujicoba dilakukan Ketua DPR RI Puan Maharani di beberapa kios dan los. Namun masih ada kendala ketika bertransaksi lantai bawah ada kendal sinyal internet. Dan ke depan akan ditambah dengan perkuatan sinyal dan jaringan wifi. Harga kebutuhan bahan pokok sampai Kamis (20/1), harga minyak goreng relatif masih mahal ( kisaran Rp. 19 – 20 ribu per kg ). Diminta segera diadakan operasi pasar untuk menetralkan harga minyak goreng. Keluhan tampias air hujan bakal dicarikan solusinya dengan tidak mengurangi manfaat dari konsep Pasar Legi baru sebagai green building.  Pembenahan akan dilakukan sambil jalan. Dalam fungsi pengawasannya, DPR, menurut Puan akan tetap mengawal bagian bangunan Pasar Legi yang harus diperbaiki. Walikota pun diminta Ketua DPR RI untuk memberikan edukasi secara pelan – pelan bagi para pedagang agar berjualan secara higienis dengan memakai sarung tangan plastik. Sementara, Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Basuki H menjelaskan, program revitalisasi pasar tradisional merupakan program prioritas Presiden RI Jokowi. “Pasar Legi merupakan pasar tradisional kelima belas yang diresmikan Ketua DPR RI di seluruh Indonesia. Mulai dari Trenggalek, Ngawi, Pasar Johar, Pasar Gede Klaten, Jogja dan di Jawa Tengah masih ada 14 pasar tradisional yang akan diperbaiki sesuai dengan Perpres,” terangnya. Semua program Presiden Jokowi untuk merevitalisasi pasar tradisional menjadi pasar yang higienis, nyaman dan aman untuk berbelanja. Menurut Basuki, program revitalisasi pasar tradisional akan diteruskan oleh KemenPUPR dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah. Kenny, seorang pedagang sayur mayur merasa senang dengan bangunan pasar yang baru karena bersih dan nyaman. “Pasar nyaman dan bersih. Tapi saya mohon di kios yang berdekatan dengan blower diperhatikan dengan mengurangi bisingnya suara kipas yang sangat mengganggu dalam jual beli,” akunya. Suyatno pedagang pisang di pelataran menurut saja apa yang dibangunkan pemerintah karena yakin di bangunan baru akan lebih baik. “Ya saya menurut saja pak. Harapan saya pasar tambah ramai karena sekarang lebih nyaman dan bersih. Intinya dagangan saya banyak lakunya,” katanya. Diketahui Hadir dalam peresmian Pasar Legi oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani didampingi Walikota Gibran dan Menteri Basuki, Mantan Walikota FX Hadi Rudyatmo, mantan Wakil Walikota Achmad Purnomo, Ketua Komisi III DPR RI, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Bupati Sragen, Bupati Wonogiri, Bupati Sukoharjo dan para pejabat terkait serta stakeholder.

Editor: Elly Rachmawati

Terkini

Ardiansah P Nahkodai PW PRIMA DMI Provinsi Jambi

Kamis, 14 April 2022 | 04:43 WIB

Hesnidar Haris: Tekuluk Identitas Wanita Jambi

Rabu, 13 April 2022 | 21:54 WIB
X