• Senin, 5 Desember 2022

Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Pekalongan Diperpanjang

- Jumat, 12 Maret 2021 | 13:42 WIB
Ilustrasi Penegakkan Surat Edaran Wako Pekalongan Nomor 443/0012 tentang PPKM Berbasis Mikro
Ilustrasi Penegakkan Surat Edaran Wako Pekalongan Nomor 443/0012 tentang PPKM Berbasis Mikro

Pekalongan – Jateng (indonesiadaily.co.id) Lantaran dinilai efektif, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di diperpanjang oleh Pemerintah Kota Pekalongan. Perpanjangan PPKM berlaku hingga 22 Maret 2021 karena selama ini berhasil menekan penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Diutarakan oleh Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid, bahwa PPKM merupakan upaya untuk memutus rantai penularan COVID-19. Yakni, mengurangi aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat merujuk Surat Edaran (SE) Wali Kota Pekalongan Nomor 443/0012 tentang PPKM Berbasis Mikro. Tujuan utamanya ialah guna Pengendalian Penyebaran COVID-19 di Kota Pekalongan. Secara umum, aturan tersebut masih tetap sama dengan sebelumnya. “Aturannya masih sama, restoran atau rumah makan diperbolehkan buka maksimal pukul 21:00 wib. Begitu pula dengan pusat perbelanjaan atau toko maksimal buka pukul 21:00 wib,” ungkap H.A. Afzan Arslan Djunaid. Lebih lanjut orang nomor satu di Kota pekalongan inipun menjelaskan, khusus destinasi wisata diberlakukan pembatasan pengunjung maksimal 30% dari kapasitas normal. Untuk tempat wisata dilakukan pembatasan jam operasional sampai dengan pukul 15:00 wib. Sedangkan, usaha pariwisata seperti tempat hiburan, tempat olahraga, karaoke, warnet dan kegiatan usaha sejenis dibatasi jam operasional maksimal pukul 21:00 wib. Selanjutnya, kegiatan fasilitas umum dan sosial budaya dibatasi jumlah peserta maksimal 50% dari kapasitas normal dan jam pelaksanaan sampai dengan pukul 21:00 wib. Selain operasi penegakan disiplin prokes yang dilakukan secara regular dengan melibatkan Satpol PP, Polri/TNI, dan Instansi terkait, dalam SE tersebut terkait mekanisme koordinasi, pengawasan, dan pelacakan kasus (Contact Tracing) dilakukan dengan pembentukan Pos Komando (Posko) Secara berjenjang baik di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga Kota. H.A. Afzan Arslan Djunaid  juga menegaskan, penurunan kasus COVID-19 di Kota Pekalongan dan adanya vaksinasi tak boleh membuat masyarakat Kota Pekalongan lalai untuk menetapkan protokol kesehatan (prokes). “Jangan bosan-bosan menerapkan prokes, jumlah pasien COVID-19 memang menurun dan sudah banyak yang disuntik vaksin, tapi kalau kita lalai menerapkan prokes juga akan mudah tertular," tutur wali Kota Pekalongan. Suprayatno

Editor: Red- Indonesiadaily

Tags

Terkini

SMSI Gagas Eksepedisi Geopark Kaldera Toba HPN 2023

Jumat, 14 Oktober 2022 | 08:40 WIB

Jelajah Arsitektur Unik Masjid Tuo Kayu Jao

Selasa, 3 Mei 2022 | 07:24 WIB

Ulu Kasok Tetap Jadi Primadona di Riau

Senin, 21 Februari 2022 | 08:27 WIB

Pesona Pulau Kasiak Kota Pariaman

Selasa, 8 Februari 2022 | 11:27 WIB

Jembatan Sukuk di Ibu Kota Negara Baru

Minggu, 23 Januari 2022 | 10:27 WIB

Melatih Benteng Terdepan Penarik Wisatawan

Jumat, 21 Januari 2022 | 11:05 WIB
X