• Rabu, 5 Oktober 2022

Melatih Benteng Terdepan Penarik Wisatawan

- Jumat, 21 Januari 2022 | 11:05 WIB

Jakarta - Indonesiadaily Dalam dua tahun mendatang, Sandiaga Uno punya target besar. Pada 2024, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini manargetkan ada 244 desa menjadi desa wisata; maju, mandiri, tersertifikasi, dan berkelanjutan. Target yang muluk? Mungkin. Tapi kata Sandi; "Sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional RPJMN 2020-2024." Untuk mencapai target itu, Sandi mengaku akan terus melanjutkan kolaborasi dengan kementerian dan pemangku kepentingan lain. "Kami bekerja sama dengang Asosiasi desa wisata (Asidewi) maupun Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)," kata Sandi saat membuka acara peluncuran Pendampingan Sumber Daya Manusia (SDM) Desa Wisata, di Jakarta, Kamis (20/01/2022). Untuk mencapai target itu, Kementerian akan menggandeng 16 komunitas dan 20 perguruan tinggi. Mereka nanti akan diminta untuk mendamping dan melatih sumber daya manusia di desa itu. Program pendampingan akan dimulai Februari-Maret 2022. Selama 2 minggu, sebanyak 2.610 SDM di desa wisata itu akan mendapat aneka pelatihan dari komunitas, asosiasi dan akademisi dari perguruan tinggi. Selama pendampingan itu mereka juga akan mendapatkan supervisi dan evaluasi tentang program yang sudah dijalani. Para SDM yang dilatih itu terdiri dari pemandu wisata, pengelola homestay dan juga pengelola desa wisata, dengan rincian sekitar 30 orang per desa wisata. Menurut Sandi, SDM desa wisata itu merupakan benteng terdepan penarik wisatawan. Mereka dituntut untuk bisa menyajikan layanan kelas dunia. "Game Changer dari desa wisata ini adalah bagaimana SDM kita yang berkelas dunia," kata Sandiaga dalam acara Rapat Koordinasi dan Kick Off Pendampingan SDM Desa Wisata yang digelar di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta Kamis (20/1/2022). Pemerintah, kata Sandi, memiliki tanggung jawab melatih SDM desa wisata. Dengan pelatihan itu, pemerintah berharap mereka memiliki bekal dalam memberikan layanan terbaik kepada wisatawan yang datang. "Bagaimana sekarang kita berkolaborasi dengan 16 komunitas dan 20 perguruan tinggi ini bisa menjadi sebuah gerakan nasional," ujar Sandi. Ke-16 Komunitas/Asosiasi yang terlibat dalam pelatihan ini yakni: 1. AELI (Asosiasi Experiential Learning Indonesia) 2. ASIDEWI (Asosiasi Desa Wisata Indonesia) 3. ASPPI (Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia), 4. ASPRINDO (Asosiasi Pengusaha Bumi Putera Nusantara Indonesia) 5. Berbangsa Foundation 6. CAVENTER (Culture Art Community Development and Ecotourism Center) 7. Desa Wisata Institute 8. East Java Ecotourism Forum (EJEF) 9. Exovillage 10. IHGMA (Indonesia Hotel General Manager Association) 11. INDECON (Indonesian Ecotourism Network) 12. IVENDO 13. Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) 14. Panorama Foundation 15. Sociopreneur Indonesia 16. Vontripo.com. Sementara 20 Perguruan Tinggi yang terlibat adalah: 1. STP Riau 2. Akademi Pariwisata Mandala Bhakti 3. Universitas Negeri Jakarta 4. Universitas Fajar 5. Politeknik Internasional Bali 6. STP Trisakti 7. Universitas Negeri Padang 8. Politeknik Sahid 9. STIMI Handayani Denpasar 10. Universitas Riau 11. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 12. STP Mataram 13. Poltekpar Bali 14. Institut STIAMI 15. Universitas Dian Nuswantoro 16. Poltek Balikpapan 17. Politeknik Negeri Sambas 18. STIPAR Tamalatea - Makassar 19. Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA 20. Universitas Syiah Kuala.(*)

Editor: Red- Indonesiadaily

Terkini

Baby Orang Utan lahir di Suaka Margasatwa Lamandau

Jumat, 30 April 2021 | 13:46 WIB

Begini Proses Elang Jawa/Sang Garuda Berkembangbiak

Minggu, 18 April 2021 | 19:03 WIB

Cara Unik Pemkot Surabaya Ajak Lansia Vaksin

Kamis, 15 April 2021 | 00:46 WIB

Cuci Mata di Danau PLTA Koto Panjang

Senin, 5 April 2021 | 12:43 WIB

Mengenal Senjata Senyap Mematikan Milik Suku Dayak

Senin, 15 Maret 2021 | 20:45 WIB

Tim Kejagung Amankan Buronan Pidana KDRT

Sabtu, 13 Maret 2021 | 01:23 WIB

Terpopuler

X