• Minggu, 5 Februari 2023

Lembaga kebudayaan kedutaan besar Belanda Datangkan Erasmus Huis-

- Kamis, 12 Januari 2023 | 14:08 WIB
Pemimpin Refaksi jambidaily.com hendry Nursal (jambidaily.com)
Pemimpin Refaksi jambidaily.com hendry Nursal (jambidaily.com)

ndonesiadaily.co.id-Lembaga kebudayaan kedutaan besar Belanda, Erasmus Huis-Jakarta sebelumnya sajikan 'If You Could See Me Now' karya Koreografer kontemporer Belanda Arno Schuitemaker (Jum'at, 19/08/2022). Kali ini memboyong Maas Theater en Dans berjudul ‘BullyBully’ (Senin-Selasa, 9-10 Januari 2023) di Gedung Teater Arena Taman Budaya Jambi.

'If You Could See Me Now' pergelaran tari kontemporer karya Arno Schuitemaker tampil sebagai penari bersama Stein Fluijt, Ivan Ugrin dan Mark Christoph Klee. Teknisi: Vincent Beune dan Pimpinan Produksi Bjorn Van Raalj.

Sedangkan ‘BullyBully’ persembahan Maas Theater en Dans, berupa teater musikal yang tersaji dalam bentuk minim kata, Dikonseptualisasikan dan disutradarai oleh René Geerlings diperankan oleh Sanne Bokkers dan Sue Ann Bell, Staf edukasi Esther Danielle Schouten serta pimpinan produksi Djoeke Westdijk.

"Saya dari Erasmus Huis mengucapkan terima kasih atas dukungan Taman Budaya Jambi, Muaro Art Kreatif serta semua pihak yang terlibat," Ujar Bob Wardhana selaku Project Manager Dutch Cultural Center-Erasmus Huis, seusai pergelaran (Selasa, 10/01/2023).

Kehadiran Maas Theater en Dans ke Jambi ialah kerja sama Erasmus Huis-Jakarta dengan Muaro Art Kreatif yang didukung Kindom Of The Netherlands, Dirjen Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif/Badan pariwisata dan ekonomi kreatif RI, Dinas pariwisata dan kebudayaan provinsi Jambi melalui UPTD Taman Budaya Jambi

“Kami terima kasih kepada Erasmus Huis, ini adalah kali kedua menghadirkan tim kesenian ke Jambi. Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, serta para penonton atas apresiasinya,” Ungkap Raja Rizky M selaku event koordinator Muaro Art Kreatif, seusai pertunjukan kepada seluruh penonton.

Secara kasat mata penonton hal yang terlihat dari ‘BullyBully’ berpesan agar kita tidak melakukan semacam perundungan terhadap sesama manusia meski berbeda misalkan warna kulit dan sebagainya.

"BullyBully juga menggambarkan kita walaupun sudah dewasa memiliki sifat anak-anak, sifat itu tidak hilang sehingga yang terjadi kekanak-kanakan. Nah sosok pemimpin bahkan terkadang terlihat seperti kekanak-kanakan," Jelas Bob Wardhana menterjemahkan penjelasan dari Esther Danielle Schouten menjawab pertanyaan penonton.

"Tadi digambarkan, mereka seorang raja tetapi memperlihatkan kelakuan kekanak-kanakan kebiasaan habis makan bersendawa dan kentut tetapi diarahkan ke orang lain," Tambah Bob Wardhana.

Halaman:

Editor: Hery FR

Artikel Terkait

Terkini

X