Facebook merugi akibat kasus cambridge analytica

- Senin, 26 Desember 2022 | 13:55 WIB
fb (ridho)
fb (ridho)

Indonesiadaily.co.id - Facebook merugi akibat kasus cambridge analytica, salah satu perusahaan media sosial terbesar di dunia Facebook (FB) mengalami kerugian yang cukup besar karena tersandung kasus.

Meta Platforms Inc juga mengatakan bahwa mereka setuju untuk membayar kerugian senilai 725 dolar Amerika Serikat untuk gugatan tersebut.

Alat sensor di jembatan sungai Yangtzemasuk FDI China naik 9,9 NilaiJhonny G. Plate himbau warga ntt optimalkan teknologi digital

Dalam berkas pengadilan, diberitakan Reuters pada Jumat, penyelesaian itu ditawarkan mereka untuk kasus akses data tidak sah yang dilakukan Cambridge Analytica terhadap 87 juta akun pengguna Facebook pada 2018.

Baca Juga: Ipad Pro Dengan Layar OLED dari Apple

Dikutip dari laman – jaringan Antaranews.com(partner Jambiseru.com), dari artikel yang berjudul”Facebook setuju bayar kerugian akibat kasus Cambridge Analytica” Tim pengacara penggugat mengatakan penyelesaian yang diajukan itu adalah nilai yang terbesar dalam gugatan class action di AS untuk privasi data, juga yang terbesar yang pernah dibayarkan Meta untuk gugatan class action.

“Penyelesaian bersejarah ini akan memberikan rasa lega pada masyarakat untuk kasus privasi yang kompleks dan baru pernah terjadi,” kata ketua tim pengacara penggugat Derek Loeser dan Lesley Weaver.

Dalam berkas penyelesaian itu, Meta tidak menyatakan melakukan kesalahan, yang harus melalui persetujuan hakim federal di San Francisco. Meta melalui pernyataan resmi mengatakan penyelesaian itu “demi kebaikan bersama komunitas dan pemegang saham kami”.

Baca Juga: aplikasi streaming olahraga milik amazon

“Selama lebih dari tiga tahun belakangan kami mengubah pendekatan kami terhadap privasi dan menerapkan program privasi yang komprehensif,” kata Meta.

Cambridge Analytica, yang kini sudah tidak beropasi, adalah konsultan untuk kampanye Donald Trump ketika mencalonkan diri sebagai presiden AS pada 2016. Perusahaan itu mendapatkan akses terhadap informasi pribadi dari jutaan akun Facebook.

Data itu digunakan untuk membuat profil dan menargetkan pengguna. Cambridge Analytica mendapatkan akses tanpa persetujuan pengguna dari seorang peneliti yang diizinkan Facebook untuk memasang sebuah aplikasi yang bisa mengumpulkan data pengguna.

Skandal Cambridge Analytica itu membuat pemerintah AS mengadakan penyelidikan terhadap praktik privasi di Facebook. Meta, yang saat itu bernama Facebook Inc, digugat untuk skandal itu.(rdo)

Sumber : Tekno

 

Editor: Alpadli Monas

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Yuk Kepoin 3 Model Teranyar OPPO Find X 6 Series

Sabtu, 4 Februari 2023 | 07:35 WIB

Ipad Pro Dengan Layar OLED dari Apple

Selasa, 3 Januari 2023 | 16:45 WIB

Twitter down pagi ini,

Kamis, 29 Desember 2022 | 17:19 WIB

aplikasi streaming olahraga milik amazon

Kamis, 29 Desember 2022 | 17:16 WIB

Facebook merugi akibat kasus cambridge analytica

Senin, 26 Desember 2022 | 13:55 WIB

salah satu kegunaan NFT inilah yang di katakan ONCE

Senin, 26 Desember 2022 | 13:48 WIB

Target realme indonesia tahun 2023

Rabu, 21 Desember 2022 | 20:59 WIB

Realme 10 Pro masuk ke indonesia 2023

Rabu, 21 Desember 2022 | 20:41 WIB

Harga dan spesifikasi INFINIX GOT 20i

Rabu, 21 Desember 2022 | 20:33 WIB

Prancis denda apple

Rabu, 21 Desember 2022 | 20:28 WIB

Bocoran Produk Baru Vivo

Selasa, 20 Desember 2022 | 20:22 WIB

Spesifikaksi Realme 10

Selasa, 20 Desember 2022 | 20:18 WIB

Event Baru PUBG Mobile

Senin, 19 Desember 2022 | 21:58 WIB

Pembaruan game Tower of Fantasy

Senin, 19 Desember 2022 | 21:49 WIB

Spesifikasi Oppo Find X6,

Senin, 19 Desember 2022 | 21:46 WIB
X