Remaja Ngopi, Kenapa Tidak?

- Senin, 27 Maret 2023 | 04:05 WIB
Hendro Basuki (Doc Pribadi/Indonesiadaily.co.id)
Hendro Basuki (Doc Pribadi/Indonesiadaily.co.id)

Minum kafein sejak usia muda dapat menghambat perkembangan otak. Itu karena kafein dapat membuat koneksi yang tumbuh ini menjadi kurang efisien dan menghentikan pembentukannya. 

Kafein memicu sirkuit kesenangan dalam sistem penghargaan otak. Ini memberi otak Anda ledakan dopamin. Ini adalah proses yang sama yang mengarah pada kecanduan narkoba.

Diperkirakan bahwa efek kafein pada pusat kecanduan dan penghargaan otak dapat memengaruhi preferensi makanan dan minuman anak di kemudian hari.

Dalam.pandangannya, kafein sangat mempengaruhi tidur remaja. Setiap 10mg kafein yang dikonsumsi anak laki-laki berusia 13 tahun mengurangi peluangnya untuk mendapatkan 8,5 jam tidur sebesar 12%.

Kurang tidur (kurang tidur) pada remaja dapat mempengaruhi pendidikan, kesehatan mental, dan kesehatan fisik mereka.

Kafein juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan kalsium . Mengkonsumsi terlalu banyak kafein dapat menyebabkan keropos tulang seiring waktu. 

Minum soda atau minuman berenergi sebagai pengganti susu juga dapat meningkatkan risiko osteoporosis.

Mitos Belaka

Tetapi, pandangan tersebut menurut ahli nutrisi dan peneliti kopi berpuluh tahun, hanyalah mitos belaka.

Ahli tersebut adalah Jennifer L. Temple. Profesor nutrisi dan direktur Laboratorium Riset Nutrisi dan Kesehatan di University of Buffalo, Universitas Negeri New York. 

Beberapa orang dewasa mungkin memberi tahu anak-anak bahwa minum kafein akan menghambat pertumbuhan mereka.

Ada dua alasan beberapa orang berpikir demikian. Pertama, kafein dapat menurunkan jumlah kalsium di tulang Anda , yang dulu dianggap orang akan membuat Anda tidak tumbuh setinggi itu.

Kedua, kafein yang dikonsumsi di kemudian hari dapat mengurangi tidur. Hormon pertumbuhan , yang membuat Anda tumbuh, dilepaskan lebih awal saat tidur. Jadi idenya adalah kurang tidur akan menyebabkan pertumbuhan lebih sedikit.

Ternyata tak satu pun dari kekhawatiran ini yang valid. Satu studi yang diikuti 81 remaja selama enam tahun tidak menemukan hubungan antara kafein dan kepadatan tulang . 

Studi lain tidak menemukan hubungan antara durasi tidur dan pertumbuhan .

Halaman:

Editor: Hery FR

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kenapa Wanita Suka Diet?

Kamis, 13 April 2023 | 20:43 WIB

Diabetes Melitus

Rabu, 12 April 2023 | 20:14 WIB

Kopi Santan Serasa Cappuccino

Senin, 3 April 2023 | 02:55 WIB

Remaja Ngopi, Kenapa Tidak?

Senin, 27 Maret 2023 | 04:05 WIB

Kopi, Ikhtiar Menunda Tua

Minggu, 26 Maret 2023 | 03:25 WIB

Nektar Kopi Melawan Kerusakan Usus

Sabtu, 25 Maret 2023 | 03:37 WIB

Relasi Kopi dengan Anak Kejang

Kamis, 23 Maret 2023 | 13:08 WIB

Kopi Kampung vs Kopi Saset

Rabu, 22 Maret 2023 | 08:28 WIB

Kopi, Sekolah Orang Bijaksana

Selasa, 21 Maret 2023 | 07:47 WIB

Nyimpan Kopi Kok di Freezer

Senin, 20 Maret 2023 | 07:31 WIB

Kopi Menyehatkan Liver

Minggu, 19 Maret 2023 | 06:11 WIB

Kopi, Puasa, dan Bau Mulut

Sabtu, 18 Maret 2023 | 09:06 WIB

Dekafein, Kopi Kehilangan Ruh

Jumat, 17 Maret 2023 | 09:34 WIB

Minuman Egois dan Sederhana

Kamis, 16 Maret 2023 | 09:22 WIB
X