• Senin, 5 Desember 2022

Keren, Kakek Usia 70 Tahun Hasilkan Miniatur Berbahan Limbah

- Senin, 1 Maret 2021 | 03:27 WIB

Bandung (indonesiadaily.co.id) Pria bernama lengkap Ade Syaripudin, merupakan warga Jalan Sasak Gantung, Nitipraja, Gang Ratna RT 01/RW 05 Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung. Meski berusia 70 tahun, namun semangat dan ide kreatifnya tidak kalah dengan mereka yang berusia muda. Ia menciptakan karya seni dengan memanfaatkan sampah anorganik berupa kaleng minuman, tutup botol, plastik bekas. Ia juga menggunakan komponen elektronik seperti motherboard komputer, handphone, radio menjadi miniatur vespa, motor gede, robot, hingga perahu. Kini, didepani rumahnya sudah ada dipajang sejumlah miniatur. Harga jualnya sangat terjangkau, seperti miniatur Vespa dibandrol hanya Rp15.000. Ia mengaku tidak ingin mematok harga bagi yang berminat membeli. "Awal bikin miniatur dari dorongan anak-anak. Sejak kecil juga paling hobi seni, seperti gambar, lukis, bikin kerajinan," tuturnya saat dijumpai di kediamannya Minggu (28/2/2021) "Bikin miniatur seperti ini sudah lama sebetulnya, tapi baru saya keluarin tahun ini, yang dipajang miniatur Vespa dulu," lanjutnya. Diusia yang tidak muda lagi, dirinya masih ingin terus berkreasi. Malahan Ia terus menyiapkan berbagai ide untuk menciptakan karya seni lainnya. Ia mengisahkan, karya pertamanya menggunakan bahan kaleng bekas. Bahan tersebut disulapnya menjadi miniatur motor gede. Meski ada yang berminat, namun Ade tidak berniat menjual karya pertamanya itu karena menyimpan kenangan. Dalam membuat berbagai miniatur, dirinya mengaku hanya menggunakan alat seadanya. Alatnya yakni gunting, tang, penggaris, obeng, gergaji, dan lem besi. Satu per satu bahan yang berhasil dikumpulkan dirangkai. Butuh waktu satu hari untuk membuat pola miniatur dari bagian terbesar hingga hingga bagian terkecil. "Sebetulnya pengerjaannya bisa lebih cepat, tapi masih terkendala alat. Saya ingin punya gurinda sama step. Kalau sekarang masih alat yang seadanya. Untuk satu miniatur motor vespa bahannya itu selain kaleng, ada tutup botol sama spon untuk ban dan joknya," katanya. "Kalau komponen elektronik yang ada di motor gede, saya dapat dari tukang loak. Sekiranya bagus untuk dipasang saya beli, arloji juga bisa dipasang sebagai speedometer," lanjutnya. Diantara semua miniatur yang telah dibuat, Ade mengaku paling cepat menyelesaikan miniatur Vespa. "Kalau yang capet bikinnya ya Vespa, bisa satu hari. Yang lama itu robot plus pistolnya. Lama karena menghabiskan puluhan kaleng," ujarnya. Ade mengaku tak terbiasa jika harus menentukan harga untuk miniatur buatannya. Terlebih saat ini karyanya baru dikenal oleh masyarakat di lingkungan sekitar. "Karena saya jiwanya pekerja, bingung juga menentukan harga. Seperti miniatur Motor Gede, dibeli Rp100 ribuan, karena mungkin liat bahannya juga bukan hasil beli tapi dari bahan daur ulang," katanya. Sampai saat ini pemasaran hasil karya Asep masih terbatas, belum dipasarkan secara luas, termasuk secara online. Ia mengaku gaptek (gagap teknologi), apalagi jika harus menggunakan media sosial untuk penjualan secara online. Ade mengungkapkan, bagi yang terpenting saat ini adalah, karyanya bisa membuat limbah sampah menjadi bermanfaat. "Saya bikin ini untuk mengisi waktu luang, berkarya. Sampahnya juga jadi bisa bermanfaat, tidak terbuang percuma. Kalau ada yang beli, syukur alhamdulillah," katanya. Apabila Anda berminat, bisa datang ke rumah Ade di Jalan Sasak Gantung, Nitipraja, Gang Ratna RT 01/RW 05 No. 127/18C Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung. Hal ini tidak lepas berkat peran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang selama ini terus berupaya mengurangi sampah melalui program pengolahan sampah Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan). Tak sampai di situ, pemkot juga membentuk Satuan Tugas Kang Pisman guna memasifkan program Kang Pisman. (Red-*)

Editor: Red- Indonesiadaily

Tags

Terkini

Raja Inggris Charles Dinobatkan Mei 2023

Rabu, 12 Oktober 2022 | 20:42 WIB

Ini Kata Gatot Nurmantyo Soal Pilpres 2024

Sabtu, 12 Juni 2021 | 01:36 WIB

Medsos Buka Peluang Milenial Terjun ke Politik

Sabtu, 17 April 2021 | 23:31 WIB

Pak Bekti Mengabdi untuk Pendidikan PWI

Minggu, 11 April 2021 | 15:29 WIB

Pengurus PWI Bengkulu yang Pro Aktif Tutup Usia

Senin, 5 April 2021 | 19:14 WIB
X