Kisah Kakek Tabelo, Jalan Kaki Puluhan KM Jualan Penampi

- Sabtu, 5 Juni 2021 | 22:25 WIB

Indonesiadaily.co.id - Di usia senja bukan alasan untuk menyerah. Berbagai cara dapat dilakukan, demi bertahan hidup.

Seperti yang ditunjukkan Tabelo, pria asal Dusun Toppong, Desa Pulliwa, Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar.

Walau usianya sudah mencapai 72 tahun, tidak menyurutkan semangat pria empat anak ini untuk terus bekerja, demi menafkahi keluarga yang dicintainya.

Setidaknya dua kali dalam seminggu, Tabelo harus berjalan kaki sejauh puluhan hingga belasan kilometer, menjajakan beberapa penampi, yang sudah belasan tahun menjadi sumber penghidupannya.

Baca Juga: Semangat Kang Mamat, Inspirasi Untuk Selalu Bersyukur

Walau langkah kakinya semakin lemah, dan tubuhnya sudah membungkuk saat memikul beban di pundak, tidak membuat Tabelo berhenti berjualan.

Tidak jarang ia harus menahan rasa sakit di kaki, lantaran kerap menyusuri jalan tanpa mengenakan alas kaki. Sesekali ia berhenti, sekedar untuk menghilangkan rasa sakit di kaki, sambil melepas lelah, sembari berharap ada warga yang menghampiri membeli penampi jualannya.

Tabelo mengaku sengaja berjalan kaki saat berjualan. Selain menghemat biaya, juga untuk memudahkan menjajakan penampi kepada warga.

“Saya berjalan kaki, karena kita kadang singgah-singgah di kampung. Kalau ada yang bertanya pasti kita singgah lagi, kalau cocok harga mereka beli, kalau tidak, ya tidak jadi beli,“ ungkap Tabelo di rumahnya, Jumat (4/6/2021).

Menurut Tabelo, saat meninggalkan rumah untuk berjualan, tidak jarang dia harus menginap beberapa hari, menunggu penampi habis terjual.

Baca Juga: Juru Kunci Sinabung Tabib Hendro Saputro Relawan Tak Mau Dibayar

“Kalau cepat habis terjual cepat juga pulang, kalau tidak terpaksa bermalam, daripada saya bolak balik, lebih baik saya tinggal berjualan,“ ujarnya sembari tertawa.

Diakui Tabelo, dalam sekali berjualan, ia membawa sedikitnya sepuluh penampi. Menurut dia, jumlah tersebut sudah sangat banyak, apalagi fisiknya tidak mampu lagi memikul beban berat di pundak.

“Dulu saya bisa bawa lebih banyak, tapi saya sudah tidak kuat memikul kalau terlalu banyak, jadi seadanya saja,“ imbuhnya.

Halaman:

Editor: Red- Indonesiadaily

Tags

Terkini

Selamat Jalan Sang Petualang

Minggu, 13 Februari 2022 | 11:32 WIB

Pak Bekti Mengabdi untuk Pendidikan PWI

Minggu, 11 April 2021 | 15:29 WIB

Pengurus PWI Bengkulu yang Pro Aktif Tutup Usia

Senin, 5 April 2021 | 19:14 WIB
X